“Faktor Risma efek tidak bisa disangkal. Karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Risma melebihi 90 persen,”ujarnya.
Ketiga, Blunder video hancurkan risma. Viral video ini justru sangat menguntungkan Erji karena lahirnya simpati publik utamanya dari kalangan emak-emak. Bahkan swing voters MAJU diindikasikan banyak berpindah ke Erji karena berbagai blunder yang dilakukan oleh tim Maju.
“Selain itu, blunder video hancurkan Risma sangat menguntungkan Erji,”ungkap Mochtar.
Keempat, tim dan relawan yang lebih ramping dan efektif. Dengan hanya didukung oleh PDIP dan PSI, tim Erji jauh lebih militan dan efektif, serta lebih simple dan fokus dalam berbagai koordinasi, konsolidasi dan mobilisasi. Berbeda dengan begitu banyaknya partai pendukung Maju yang membuat segala koordinasi, konsolidasi dan mobilisasi menjadi lebih kompleks, hingga menimbulkan banyak resiko faksionalitas dan uncoordinated. Hingga munculnya kasus video hancurkan risma.
Kelima, Eri jadi sosok paling pembeda diantara 4 kandidat yang ada. paling muda dan good looking dan relatif terlihat paling memahami dan menguasai tata kelola pemerintahan surabaya dengan backgroundnya sebagai ASN pemkot dan Kepala Bapeko.












