Adapun dalam survei Surabaya Survey Center (SSC) yang memenangkan Eri-Armudji dengan elektabilitas 49,9 persen dibanding Machfud Arifin-Mujiaman sebesar 38,1 persen, soliditas partai pendukung Machfud-Mujiaman juga terpecah ke Eri-Armudji. PKB, misalnya, sebanyak 33,3 persen pendukungnya memilih Eri-Armudji. Adapun pendukung Gerindra 28 persen, Golkar 36 persen, Nasdem 33,3 persen, PKS 20 persenc PPP 27 persen, dan PAN 15 persen, serta Demokrat 30 persen melabuhkan pilihan ke Eri-Armudji.
Menurut Hariyanto, preferensi pemilih partai pro-Machfud yang lebih suka mendukung Eri-Armudji patut disyukuri. Hal itu menunjukkan keteguhan tekad warga Surabaya yang ingin kotanya semakin hebat di tangan pemimpin yang telah berpengalaman serta sudah berbuat nyata bagi masyarakat.
“Warga tentu melihat bagaimana rekam jejak Mas Eri dan Cak Armudji yang telah bertahun-tahun bekerja untuk rakyat sebagai birokrat maupun anggota DPRD Surabaya. Masyarakat Surabaya sudah cerdas, mereka tidak memilih kandidat yang hanya menjelek-jelekkan kotanya dan malah dalam nyanyian pendukungnya ingin menghancurkan Bu Risma,” papar Hariyanto.












