Tahun 1937 Prof. KUrtzberg menemukan sebuah radiasi latar belakang tingkat rendah tapi stabil dan konstan dengan panjang tertentu yang ternyata dulu pernah melewati tata surya bumi dan seluruh galaxi bima sakti 70-80 ribu tahun lalu yang disebut Medan Kurtzberg dengan efek yang ditimbulkanya disebut godwave atau gelombang dewa.
Efek gelombang mistik ini sangat besar pengaruhnya pada tata kosmik ketika menyebar dan memantul kembali yang tidak hanya berpengaruh pada bumi tapi seluruh galaxi bima sakti apalagi ketika terjadi pertemuan antara gelombang dewa dengan gelombang hasil pantulanya yang menyebabkan terjadinya resonansi.
Kontraksi akibat pertemuan – pertemuan gelombang ini sangat berbahaya terhadap alam semesta sebab energi kosmik yang ditimbulkan bisa menghancurkan atau menguatkan sehingga keseimbangan alam semesta bisa terganggu bahkan menghancurkanya.
Pada akhirnya ketidakseimbangan tata kosmik alam semesta inilah yang menyababkan terjadinya kehancuran yang memang akan terjadi sebagai akhir generasi penduduk bumi dan awal generasi baru penduduk bumi dan seluruh planet yang ada di tata surya.
Gelombang inilah yang sebenarnya telah merusak dan mendegradasi otak manusia yang mengakibatkan perilaku dan tindakanya jauh dari cahaya ilahiyah dan kembali menjadi bangsa primitif yang hanya mengedepankan insting dan nafsu mendasarnya sehingga memungkinkan menjadi pertanda akhir sebuah generasi penduduk bumi.













