Ia menambahkan, pemberian permakanan kepada para lansia, anak yatim dan penyandang cacat hanya sekali dalam sehari. Ia berharap dari jumlah penerima permakanan yang jumlahnya sekitar 26 ribu orang kuotanya bisa ditambah. “Misalkan, untuk lansia, minimal 50 persen yang diberi,” harap Anggota dewan yang akrab disapa Titin.
Untuk itu, Agustin meminta pemerintah kota memperhitungkan secara detail alokasi anggaran yang dibutuhkan, jika berencana memberikan tunjangan pensiun bagi warganya.
Pasalnya, ia mengungkapkan, pada tahun 2017 ini, APBD kota mengalami defisit hingga beberapa milyar. “Dua tahun ini saja, anggaran makanan dan minuman di pemerintah kota dikurangi belanjanya, apa juga kurangi lainnya kita gak tahu,” katanya.
Ia berharap. jika tunjangan pensiun tersebut direalisasikan, tak mengurangi kebutuhan lainnya. Meski ia mengakui, gagasan tersebut juga member manfaat bagi warga Surabaya. (hdi/cn03)













