“Jumlah korban meninggal dunia pada Operasi Simpatik Semeru 2017 sangatlah tinggi. Hanya dengan 20 hari pelaksanaannya, tercatat 152 orang meninggal dunia. Berarti, dalam satu hari ada 1 sampai 7 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Ini lebih dahsyat daripada kematian di perang manapun,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pentingnya dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan. Peraturan dan tata tertib lalu lintas harus ditaati dan dipahami, bukan malah dikesampingkan untuk dilanggar. Untuk usia pelajar, ia berpesan agar lebih sadar dan menaati rambu-rambu lalu lintas maupun peraturan lalu lintas. “Kuncinya adalah kesadaran berlalu lintas dan menaati rambu-rambu dan peraturan lalu lintas,” tegasnya. (duk)












