Lebih lanjut Dharmawan mengatakan, dalam hal pembelihan lahan sekolah lebih bagus jika Pemkot membelinya menjadi satu area dengan instansi lainnya seperti, di Dukuh Menanggal. Dimana di area tersebut semuanya menjadi satu, ada Kantor Kelurahan, ada UPT Pajak, dan Sekolahan.
“Kalau mau jadi satu area seperti ini ya gpp, yang penting jangan mengganggu proses belajar anak-anak itu sendiri.”kata Politisi Partai Gerindra Surabaya tersebut.
Saat ditanya apakah perlu konsultasi ke anggota dewan jika Pemkot Surabaya ingin membelih lahan sekolah yang masih dimiliki pihak lain, Aden (sapaan akrabnya) mengatakan, tidak perlu lagi karena sudah ada tupoksinya soal anggaran pendidikan, dan memang anggarannya sudah ada.
Aden menjelaskan, jika Pemkot Surabaya bisa bangun lapangan Hoki, Jembatan Kenjeran yang untuk kebutuhan swasta melainkan bukan untuk pendidikan atau masyarakat, ditambah rencana bangun buffer zone di Benowo dengan nilai 100 miliar rupiah, maka dirinya yakin Pemkot memiliki dana yang cukup untuk aset pendidikan.











