Di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak (PPSAA) Sitobondo di Banyuwangi misalnya, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Aryono menyebut ada kekurangan di ruang belajar. Ia menilai kelas yang tersedia terlalu kecil untuk menampung jumlah penghuni sebanyak 60 anak. “Ini saya kira perlu diperbaiki,” ujar Artono, Jumat (23/10).
Politikus PKS itu mengakui, dari sejumlah kunjungan ke UPT milik Dinsos Jatim, rata-rata permasalahan adalah infrastruktur. Banyak bangunan yang kurang layak perlu direhab. Bahkan beberapa diantaranya membahayakan penghuni. “Memang masih banyak yang perlu diperbaiki. Kami sudah keliling rutin tiap bulan untuk kunjungi UPT milik dinsos, mulai Pandaan (Pasuruan) sampai Banyuwangi. Nah dari situasi yang kita lihat, nanti kami sampaikan apakah perlu ada penambahan untuk rehabilitasi,” bebernya.












