“Presiden sangat menekankan, skenario apapun semuanya membutuhkan investasi lebih besar. Jadi, growth dari investasi yang harus di atas 8% yang sekarang ini hanya 6%,” kata Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/3) petang.
Untuk bisa mencapai 8%, menurut Menkeu, tidak mungkin hanya memompa dari defisit APBN saja. Yang paling penting adalah dari swasta. Dari swasta itu, lanjut Menkeu, termasuk kontribusi dari kredit perbankan, capital market, dan dari sisi BUMN.
Bisa Lebih



