Mengenai pertumbuhan ekonomi 2017 sendiri, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, kemungkinan bisa lebih tinggi dari asumsi 5,1% mungkin bisa naik jadi 5,2% atau bahkan ada yang optimistis jadi 5,3%.
Kemudian dari sisi harga minyak, menurut Menkeu, sudah lebih tinggi dari 45 dolar AS per barel. Lalu inflasi, Presiden sudah menekankan supaya tetap dijaga apabila harga-harga pangan tetap stabil. “Tapi ini ada tekanan yang cukup real dari sisi inflasi. Kemudian kurs juga karena inflasi kita relatif lebih tinggi, mungkin juga akan mengalami tekanan,” ujarnya.
Beban asumsi makro ini, lanjut Menkeu, tentu akan dilihat bagaiamana pengaruhnya ke APBN. Ia menyebutkan, dari sisi APBN beberapa pos seperti kalau harga minyak naik, kurs yang meningkat, maka kita akan dapat penerimaan dari sumber daya alam yang lebih tinggi. Namun, pada saat yang sama apabila subsidi tidak dilakukan perubahan kita juga akan mengalami kenaikan subsidi. Hitungannya terutama untuk LPG, kemudian BBM, dan juga kenaikan dari solar.



