“Ini menunjukkan pimpinan daerah ini tidak mencerminkan kenegarawanannya, tapi justru menunjukkan egosektoralnya,” paparnya
Awey menegaskan, karena peruntukannnya tak sesuai rencana, maka warga yang tinggal dekat dengan sekolah tersebut tak bisa mendapatykan akses sekolah.
“Di Depan RS BDH sudah dialihkan ke SMP. Di Tengger dan Kelurahan Lontar tepatnya yakni daerah candi lempung baru akan dilaihkan” katanya
Anggota Komisi C ini menyayangkan sejumlah gedung SMA/SMK yang pembangunannnya menghabiskan anggaran milyaran rupiah tersebut saat ini kondisinya mengenaskan. Dari pantauannya, beberapa sekolah tersebut justru dimanfaatkan untuk kegiatan maksiat.
“Lebih baik kan dikelola Pemprof agar dikelola dengan baik,” ujarnya












