Sementara itu ketua Komisi D DPRD Jatim Dr Kuswanto mengatakan bahwa sarana dan prasarana di terminal Lamongan terkait upaya preventif penanganan covid-19 perlu dilengkapi karena minimnya tangki air untuk cuci tangan pengunjung terminal sehingga calon penumpang secara psykologis menganggap situasi biasa-biasa saja padahal covid-19 masih mengancam setiap saat.
“Situasinya memang sepi karena masih darurat pandemi covid-19, masyarakat yang hendak bepergian juga tidak banyak sehingga kendaraan yang masuk terminal juga sedikit. Namun kami berharap protokol kesehatan tetap dipenuhi salah satunya dengan melengkapi fasilitas cuci tangan karena kasus terpapar covid-19 di Lamongan cukup tinggi,” kata politisi asal FPD DPRD Jatim.
Khusus menyangkut pengembangan terminal Lamongan, kata Kuswanto kendala utama yang dihadapi adalah terminal tidak dapat berfungsi maksimal karena masyarakat yang hendak bepergian tidak harus lewat Lamongan. Karena itu kami ingin mendapat masukan dan melihat langsung kondisi di lapangan.
“Komisi D melihat kenyataan kondisi sepi. Tidak nampak penumpang yang akan bepergian, dapat dipastikan masyarakat Lamongan kalau akan bepergian tidak harus lewat terminal. Hal ini perlu pembahasan khusus kedepannya bersama Dinas Perhubungan Jawa Timur agar bagaimana caranya terminal bisa berfungsi secara maksimal,” jelas Kuswanto.
Anggota Komisi D lainnya, Masduki menambahkan bahwa yang perlu dilakukan setelah melihat realita di lapangan dan mendengarkan apa yang menjadi harapan dari UPT P3LLAJ Lamongan, pihakya melihat ada potensi untuk pengembangan di terminal tipe B karena lahan di terminal Lamongan itu kurang lebih 11 hektar dengan ukuran 140 x 80 meter itu bisa jadi potensi tersendiri untuk pengembangan terminal kedepan.
Salah satu yang menjadi usulan dan kita melihat yang punya potensi pengembangan adalah lahan parkir karena posisi parkir yang sudah ada saat ini kurang layak, sempit dan kumuh. Kemudian pengembangan pembangunan gedung pertemuan karena keberadaannya di Lamongan sangat minim
“Kami berharap terminal tipe B di Lamongan ke depan bisa menjadi tempat yang sangat indah dan menjadi pilihan masyarakat saat hendak bepergian menggunakan angkutan umum. Sebab saat ini masyarakat enggan ke terminal karena kondisinya kurang memadai padahal lahan yang ada masih cukup luas namun belum dimanfaatkan dengan baik. Makanya kami berharap Dishub Jatim bisa mengalokasikan anggaran pengembangan terminal Lamongan kedepan,” pungkas politisi PKB. (Caa)












