Cakrawala DaerahIndeks

Tiga Warga Desa Gembong Kulon Positif Terkonfirmasi Covid-19

×

Tiga Warga Desa Gembong Kulon Positif Terkonfirmasi Covid-19

Sebarkan artikel ini

Pihaknya pun segera melakukan penelusuran sejumlah kontak erat pasien MS pada Kamis (09/07/2020). Selain kedua orang tuanya, juga ada tiga orang saudara kandung lainnya dalam satu rumah yang menjalani tes cepat. “Hasilnya, hanya bapaknya, D dan ibunya, M yang dinyatakan reaktif sehingga petugas melanjutkannya dengan pengambilan spesimen swab keesokan harinya, Jumat (10/07/2020) pukul 10.00 WIB dan menghimbau agar mereka melakukan karantina mandiri di rumah sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratoriumnya keluar,” kata Joko.

Perihal belum tercatatnya pasien MS dalam database kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal karena selama ini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari RSUP Kariadi. Joko mengakui, pihaknya justru mendapat resume medis yang menyatakan pasien MS ini terkonfirmasi positif Covid-19 justru dari D. “Baru semalam ia sempat menyerahkan resume medis MS tersebut ke Satgas Desa Gembong Kulon yang kemudian ditembuskan ke kami. Dari sini kami baru mengetahui jika pasien MS sudah empat kali menjalani pemeriksaan swab dan hasilnya semuanya positif,” ujarnya.

Joko menduga, transmisi Covid-19 pada kasus MS ini terjadi akibat nosokomial di RSUP dr. Kariadi Semarang, mengingat riwayat pengobatannya di rumah sakit tersebut cukup intens. “Almarhumah MS, sebelumnya memang sempat menjalani pengobatan rutin di RSUP dr. Kariadi karena tumor rahim dan kista di ovarium,” ungkap Joko.

Joko pun menjelaskan, hasil pemeriksaan swab kedua orang tua MS baru keluar hari Sabtu (18/07/2020) lalu dan keduanya dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19. Selanjutnya, pihak Puskesmas pun segera melakukan pelacakan dan pengambilan spesimen swab pada ketiga anaknya, termasuk 23 orang lainnya karena diketahui, keluarga D tidak mematuhi anjuran karantina mandiri di rumah, sehingga kontak eratnya pun kian bertambah. “Baik D maupun M saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya dan kita pantau lebih ketat. Bila memang tidak memungkinkan, bisa kita rujuk ke rumah sakit karena M mulai menunjukkan gejala sakit di tenggorokan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *