Cakrawala EkonomiIndeks

Eco Enzyme Larutan Sapu Jagat Sahabat Lingkungan 

×

Eco Enzyme Larutan Sapu Jagat Sahabat Lingkungan 

Sebarkan artikel ini

Selain menjaga kebersihan kampus, mengumpulkan sampah, serta memilah jenis-jenis sampah anorganik dan organik, tim ini juga mengaplikasikan upaya daur ulang sampah organik, salah satunya dengan mengembangkan produk ECO-ENZYME.

Eco-enzyme merupakan cairan fermentasi dari limbah organik buah-buahan, sayur, batang sayur, dan sampah organik lainnya, yang dicampur dengan molase (gula tetes tebu) atau gula merah, yang difermentasi selama 100 hari. Walaupun berasal dari sampah organik, namun setelah fermentasinya jadi, eco-enzyme sama sekali tidak berbau busuk, bahkan cenderung beraroma seperti wine atau tape, dan segar.

Eco enzyme adalah hasil riset dari Dr. Rosukon Poompanvong, founder Asosiasi Pertanian Organik (Organic Agriculture Association) dari Thailand. Ia menerima penghargaan dari FAO (Food and Agriculture Organization, Organisasi Pangan dan Pertanian) PBB atas penemuannya ini. Kemudian Dr. Joean Oon, Direktur The Centre for Naturopathy and Protection of Families di Penang Malaysia, membantu untuk menyebarluaskan segudang manfaat dari Eco-enzyme ini.

Eco-enzym bisa dikatakan sebagai cairan sapu jagat dengan beribu manfaat. Bisa digunakan sebagai pupuk tanaman, menyuburkan tanah, meningkatkan kualitas dan rasa buah serta sayuran, mengusir hama atau hewan yang mengganggu di sekitar rumah, seperti kecoa, semut, lalat, nyamuk, dan serangga lainnya, sebagai campuran pakan ternak dan ikan, mempercepat dekomposisi kompos, bahkan bisa berfungsi sebagai cairan untuk membersihkan rumah, mencuci baju, cuci piring, sayur, buah, sampai untuk mandi, keramas, sikat gigi, dan untuk perawatan kulit tubuh serta kulit wajah wanita (berupa produk jamur eco-enzyme).

Selain itu, cairan serba guna ini bisa berfungsi untuk membersihkan air yang tercemar (untuk diaplikasikan di sungai, di selokan, di mata air) , bahkan saat proses pembuatan eco-enzym akan terjadi pelepasan gas ozon (O3) yang akan mengurangi karbondioksida di atmosfer yang memperangkap panas di awan, sehingga mengurangi efek rumah kaca dan global warming.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *