Menurut Nurhayati, menurut data Dinas Sosial jumlah Difabel di Kabupaten Tegal ada 12.374 jiwa pada 2020 dan ada organisasi/komunitasnya sesuai 4 ragam Difabel yakni fisik, sensorik, intelektual dan mental.
Nurhayati meyakini, di masa pandemi para penyandang disabilitas tetap bertahan dimasa pandemi. ”Apalagi pemberian bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah berupa Sembako dan alat bantu seperti kursi roda, tangan palsu, kaki palsu sudah di perolehnya.
” Kebiajakan lain di masa pandemi ini, lanjut Nurhayati, program pendampingan perekaman E-KTP bagi Difabel yang tidak bisa mengakses dengan melalui jemput bola dan pendampingan pembuatan SIM D untuk penyandang disabilitas .
”Perihal Difabel yang memiliki keahlian menjahit hasil pelatihan juga dilibatkan dalam order yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal yakni pembuatan 6000 masker dan dilanjutkan face shield sejumlah 6.800 buah untuk diserahkan ke Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tegal,” tandasnya.



