Dalam kesempatan tersebut Irwan juga mengajak seluruh pengurus, kader, dan masyarakat untuk bahu membahu dengan menjaga diri, keluarga, dan lingkungan sekitar agar taat pada seluruh protokol covid-19. “Dengan demikian kita sudah sangat membantu upaya pengurangan pandemi,” ujarnya.
Mengenai situasi masyarakat Jatim, Irwan menilai bahwa warga sebetulnya patuh dan bisa diarahkan. “Tinggal bagaimana pemprov dan pemkab/pemkot memberikan edukasi yang disertai support langsung. Lalu ada penegakan sanksi yang adil. Soal pemakaian masker misalnya. Bagikan maskernya. Suruh pakai jika keluar rumah. Dan ada sanksi yang mendidik jika tidak digunakan. Itu kan sederhana. Namun butuh teladan dan konsistensi,” katanya.
“Jangan masyarakat dihadapkan pada simalakama. Mau mati karena wabah atau mati karena tidak bisa makan. Tugas pemerintah menjaga agar warga terhindar dari keduanya. Karena itu mesti dibimbing. Jangan dilepaskan. Bansos diteruskan sambil perlahan-lahan roda ekonomi digeliatkan kembali. Tetapi protokol kesehatan secara disiplin diterapkan. Kalau ini berhasil, baru kita bisa masuk masa normal baru,” pungkas Irwan. (Caa)












