Kemudian ada relawan yang rumahnya jauh dari kota, sama sekali tidak ada penerapan PSBB dan tidak ada WFH, namun tagihannya naik 100 persen. Selain itu ada juga kost-kostan mahasiswa di Bumiayu yang ditinggal penunggunya para mahasiswa yang pulang karena sekolahnya diliburkan, tagihannya tidak normal.
Banyak laporan yang masuk ke pesan elektronik milik Paramitha mengeluh dan menanyakan hal tersebut pada dewan asal dapil sembilan wilayah Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal ini. Semua keluhan mereka sudah disampaikan saat rapat dengar pendapat bersama Dirut PLN pada Rabu, 17 Juni 2020 kemarin.
“Jangan jadikan alasan pencatat meteran tidak bisa bekerja karena pandemi korona. Mereka kan tidak bertemu langsung dengan pelanggan. Wong Cuma catat meteran saja. Apalagi alasan dihalangi warga karena ada karantina desa. Mereka kan petugas resmi yang ada identitasnya,” katanya.
Saat ini banyak para pelanggan menjerit karena tiba tiba tagihan mereka sangat tinggi ditengah pandemi korona, karena dampak wabah ini tidak hanya dirasakan orang bawah, tapi hampir semua lapisan masyarakat.












