Lebih lanjut, Risma mengatakan, problem anak putus sekolah maupun rentan putus sekolah bukan terletak pada masalah biaya. Sebab, sekolah di Surabaya memang sudah gratis. Menurut dia, inti masalah terletak pada faktor lingkungan yang berdampak pada rendahnya disiplin diri. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap motivasi untuk bersekolah.
“Mereka tidak mau sekolah karena tidak mau disiplin. Oleh karenanya, para mahasiswa ini hadir sebagai teman dan sahabat yang perlahan tapi pasti membantu anak-anak itu untuk disiplin,” imbuhnya.
Walikota menambahkan, disamping berperan sebagai teman curhat, dalam beberapa kesempatan kakak asuh bahkan mengantar-jemput adik asuh ke sekolah hingga memandikan mereka. “Terima kasih atas pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran kakak-kakak mahasiswa,” kata Risma dalam sambutannya.(mnhdi)












