“Mereka (anak muda, red) adalah minoritas kreatif yang selalu tampil dalam segala keadaan. Masa pandemi ini merekalah yang kita harapkan menjadi pioner mengatasi dampak covid-19. Sekaligus mempersiapkan cara baru supaya kita bisa bangkit,” terangnya.
Gerakan minum jamu yang dilakukan AMPG Jatim ini, kata Sarmuji, ada beberapa pesan tersirat. Pertama, supaya tetap hidup sehat. Dengan menjaga imunitas melalui minum jamu. “Karena jamu secara tradisional sudah terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh kita. Beberapa penelitian tentang keanekaragaman hayati juga membuktikan banyak sekali khasiat untuk meningkatkan dan menjaga imunitas,” paparnya.
Apalagi, tambah dia, jamu secara tradisional sudah menjadi bagian budaya Indonesia lantaran melibatkan banyak sekali pelaku usaha didalamnya, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.
“AMPG Jatim mengajak minum jamu ini seperti dua sasaran sekaligus. Pertama tentang kesehatan. Kedua pemberdayaan kepada masyarakat ekonomi khususnya UMKM,” jelas Sarmuji.
Pada kesempatan sama, Ketua PD AMPG Jatim, Pranaya Yudha mengungkapkan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 ini bisa lebih dekat dengan keluarga.












