Disamping banyaknya pilihan, harga yang harus dibayarkan oleh konsumen relatif sangat murah, karena masing-masing vendor yang memasok beras di Lumbung Pangan Jatim memberikan harga terbaik. Hal ini agar produk mereka kompetitif di tengah banyaknya pilihan. Dengan demikian, hal itu akan menarik minat konsumen untuk membeli. “Ini suatu situasi belanja yang mungkin tidak pernah ditemui di tempat belanja lain, selain di Lumbung Pangan Jatim,” tandasnya.
Sementara penjualan khusus beras di Lumbung Pangan Jatim menunjukkan, sejak dibuka Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, 21 April 2020 lalu hingga Rabu (13/5), beras yang terjual mencapai 86,45 ton dengan nilai transaksi mencapai Rp 903.791.800.












