“Sama saja tidak akan mempunyai dampak apa-apa,” tuturnya.
Hal senada Ketua Fraksi PPP DPRD Jatim, Musyaffa’ Noer mengatakan, jika tidak ada aturan yang lebih tegas, Musyaffa’ menilai pada PSBB tahap kedua di Surabaya aktifitas di pasar justru akan lebih ramai, minimnya penerapan sosial distancing dan tidak mengatur masker. “Seakan-akan tidak ada aturan PSBB,” tuturnya.
Anggota Komisi D DPRD Jatim menilai selama PSBB pelaksanaan protokol tidak sesuai protap yang telah ditetapkan oleh Kemenkes. Untuk itu, setiap pelanggar harus dikenai sanksi tegas.
“Petugas kurang tegas terhadap pelanggar tersebut. Harus ditegas agar selesai urusan ini,” harapnya.
Meski kurang maksimal pelaksanaannya, Musyaffa’ meminta tidak saling menyalahkan antara satu yang lain. Semua pihak harus saling bekerjasama antara yang satu dengan lainnya untuk melawan covid-19, sehingga virus corona dalam waktu dekat bisa lenyap dari Indonesia, khususnya Jatim.
“Tidak saling menyalahkan, tetap saling mendukung,” pungkasnya. (Caa)



