Selain bagi sembako, Artono mengubah perusahaanya untuk membuat penyangga besi untuk tempat bak air cuci tangan. Pasalnya, tempat tersebut saat ini sangat di butuhkan masyarakat luas karena anjuran pemerintah untuk terbiasa hidup bersih dengan selalu mencuci tangan.
Supaya ada aktifitas bagi karyawan, sengaja saya membuat jagrak untuk tempat cuci tangan. Saya menjalankan program padat karya tunai mandiri agar karyawan tetap bertahan hidup dari ancaman PHK,” ucap anggota Komisi E ini.
Sementara itu, selain paket sembako, Artono juga memberikan pekerjaan bagi pengrajin dompet yang terancam gulung tikar karena tidak ada orderan sehingga karyawannya terancam di rumahkan tanpa ada kejelasan.



