“Padahal hasil temuan banyak industri yang berkontribusi pada pencemaran lingkungan,” tandasnya.
Dari data yang dihimpun, dalam paparan yang disampaikan oleh Pemprov Jatim, untuk indikator Indeks Kualitas Air hanya terealisasi 52,24 dari target 55. Sedangkan untuk Indeks Kualitas Udara, dari target 89,4 poin hanya terealisasi 83,32 saja. Untuk Indeks Tutupan Lahan dari target 63 hanya terealisasi 61,05 poin.
Dari data tersebut, Pemprov Jatim membeberkan beberapa alasan mengenai gagalnya capaian target itu. Diantaranya adalah banyaknya alih fungsi lahan pertanian, meningkatnya beban pencemaran limbah domestik dan meningkatnya jumlah industri UMKM.(Caa)



