Diantara hal yang melandasi, kata politisi asal Fraksi pan yakni resource (sumber) dalam rekrutmen SDM di Bank Jatim. ”Rekrutmen Direksi sudah terlihat tidak sesuai dengan koridor yang ada,” jelas politisi asal Tuban.
Selanjutnya, kinerja Bank Jatim jauh hari sudah bisa ditangkap sejak ada dua direksi yang direkrut dari luar bank Jatim. “Muncul pertanyaan-pertanyaan dari kami kenapa harus diambil dari luar. Apakah SDM diinternalnya tak berkualitas atau kinerja SDM di bank Jatim tak baik,” dalih anggota DPRD Kabupaten Tuban ini.
Melihat hal tersebut, kata Agung, pihaknya menilai bahwa kaderisasi di Bank Jatim tidak berjalan dengan baik. ”Ini membuktikan kalau komisaris yang ada di Bank Jatim tak maksimal kerjanya,” tegas alumnus Universitas Sunan Bonang Tuban ini.



