Joko menambahkan, selama proses karantina komunal tersebut, seluruh kebutuhan dasar warga OTG tersebut seperti makan dan minum telah dicukupi sepenuhnya oleh Pemdes setempat bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Tegal dan Dinas Kesehatan. “Termasuk anggota keluarga keenam belas warga OTG tersebut yang sedang menjalani masa karantinanya di rumah pun juga dibantu paket Sembako dari Dinas Sosial Kabupaten Tegal”, katanya.
Joko mengungkapkan, fasilitas di eks gedung Puskesmas sebagai tempat karantina komunal tersebut cukup memadai. Warga OTG bisa tidur nyaman di kamarnya masing-masing. “Ada enam belas ruang yang sebelumnya sudah kita setting sebagai kamar yang terpisah satu dengan lainnya”, ujarnya.
Setiap pagi, usai beribadah di kamarnya masing-masing, mereka menjalankan aktifitas rutin seperti senam kesegaran jasmani dan sarapan pagi di bawah pengawasan petugas kesehatan Puskesmas dan pamong desa setempat. “Selama masa karantina kita terapkan protokol kesehatan dan physical distancing. Peralatan makan dan minum juga dipisahkan. Sementara untuk keperluan mandi, sudah tersedia empat lokal kamar mandi yang selalu dijaga kebersihannya”, ungkapnya.
Joko mengatakan, hasil evaluasinya pada pelaksanaan karantina sampai dengan hari kedua ini relatif lancar, tidak ada kendala yang berarti. “Aktifitas malam hari diisi dengan hiburan ringan seperti karaoke agar tidak jenuh dan tetap bahagia, termasuk malam nanti akan diadakan acara dzikir bersama di kalangan internal dengan tetap menerapkan physical distancing”, katanya.












