Tim medis dirasakan masih mengalami keterbatasan tersedianya APD (Alat Pelindung Diri) dalam kegiatan perawatan pasien Covid19 sehari-hari. Thoni mengatakan, pihaknya tak ingin para awak medis gugur karena tak dilengkapi APD yang memadai.
“Ujung tombak keselamatan warga ada di tangan tenaga medis. Bantuan berupa APD diharapkan membuat mereka tidak gelisah bekerja dan menjalankan tugas dengan tenang,” urai Thoni, usai penyerahan bantuan APD di pelataran kantor Balaikota Surabaya.
Oleh karena itu, lanjut Thoni, Partai berlambang Beringin Surabaya memilih menyalurkan bantuan kepada Pemkot Surabaya. Pasalnya, pemkot dirasa lebih efektif dalam menyalurkan APD yang dibutuhkan. Utamanya di dua rumah sakit milik Surabaya yang menjadi rujukan utama penderita Covid19.
Thoni membeberkan, bantuan tidak hanya berupa APD, namun juga perlengkapan penunjang lain seperti, ratusan masker dan ribuan handsanitizer dan sabun cuci tangan.



