
Wali Kota Risma memimpin langsung pembuatan minuman pokak dan merebus telur itu. Meski menjadi orang nomor satu di Kota Surabaya, ia tak canggung memegang pisau untuk memotong pandan wangi. Kadang, ia juga menggunakan palu untuk sedikit menghancurkan jahe merah. Sesekali, ia juga berdiskusi dengan kepala dinas di dapur umum itu. Seakan tak ada waktu istirahat baginya.
“Minuman pokak dan telur rebus ini bagus untuk menjaga imun tubuh kita. Makanya kita sebar ini ke warga supaya daya tahan tubuhnya semakin kuat dan terhindar dari virus Covid-19,” katanya.
Para asisten dan kepala dinas tak kalah sibuknya. Sembari menyiapkan bahan-bahan minuman pokak dan merebus telur, sesekali mereka melihat handphonenya untuk melakukan koordinasi dengan anak buahnya. Meski mereka tidak di kantornya, tapi mereka selalu memastikan bahwa persoalan kantor dan pekerjaan di dinasnya masing-masing beres sesuai target. Makanya, tak jarang mereka melakukan rapat di dapur umum itu.
Sementara itu, di belakang Balai Kota Surabaya, Satgas Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) sedang sibuk membuat bilik sterilisasi. Mereka kerja cepat seakan dikerja waktu. Sehari, mereka bisa membuat bilik sterilisasi ini 10-20 unit. Hingga tanggal 31 Maret 2020, Satgas ini sudah membuat 294 bilik sterilisasi.

Selanjutnya, bilik sterilisasi itu dipasang di berbagai fasilitas publik dan tempat kerumunan massa, seperti di terminal, stasiun, taman-taman dan mal serta fasilitas publik lainnya. Bilik sterilisasi itu menyemprotkan disinfektan yang dipastikan aman bagi manusia.
“Bilik sterilisasi ini lebih sempurna ketimbang cuci tangan, karena bisa membersihkan virus di seluruh badan,” ujarnya.












