Umi menyampaikan bahwa pemudik dari zona merah infeksi Covid-19 seperti Jabodetabek memiliki risiko tertular dan penularan yang cukup tinggi, sehingga pihaknya pun minta agar protokol kesehatan harus dipatuhi, salah satunya kepada rombongan pemudik asal Bekasi dengan tujuan Jatinegara Kabupaten Tegal. “Sampai di rumah saya minta panjenengan jangan bersentuhan atau bersalaman dengan siapa pun. Segera ke kamar mandi, rendam pakaian, sepatu, tas serta aksesoris lainnya yang dipakai saat ini dengan deterjen dan lekas mandi. Upayakan setelahnya jaga jarak fisik dengan anggota keluarga lain selama empat belas hari untuk memastikan anda tidak tertular virus. Lapor ke RT setempat untuk didata dan jika selama empat belas hari ada gejala seperti demam, batuk dan sesak nafas, segera periksakan ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat”, pesan Umi yang diamini warga pemudik.
Di sela-sela kegiatan, Umi yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal Uwes Qoroni menyampaikan jika penetapan status tanggap darurat virus corona (Covid-19) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di awal Maret lalu memacu percepatan arus mudik. “Mereka terpaksa mencuri start mudik pulang ke kampung halamannya karena khawatir Jakarta akan ditutup, disamping juga sudah tidak ada lagi yang mereka kerjakan di sana karena pabrik tempatnya bekerja tutup, tempat usahanya tutup dan dagangan sepi pembeli”, ujarnya.




