Dengan pertama kalinya rintisan sekolah literasi ini, Jumadi mengharapkan aka nada sekolah yang mengikuti. Minimal satu kecamatan ada lima atau 10 sekolah yang menjadi sekolah literasi.
“Ini sebagai bagian dari pada wisata literasi dan bagian dari Pemerintah Kota Tegal untuk mewujudkan the real smart city, yang diawali dari smart people-nya dulu. Untuk itu, harapan saya kepada anak-anak atau siapapun yang belum bisa membaca, bagi orang tua, ada sekolah terminal, sekolah dasar seperti ini kita upayakan dan berdayakan. Semua resources di Kota Tegal kita gunakan untuk meningkatkan sumber daya manusia Kota Tegal sehingga in line dengan program Pemerintah Pusat. Bahwasanya Indonesia maju, maka SDM maju,” ujar Jumadi.
Jumadi juga membandingkan dengan kota lainnya, Kota Tegal berada diatas rata-rata dengan kota lainnya. Hal tersebut karena sudah banyak realisasi yang didapatkan dari apa yang digerakkan oleh Dr. Yusqon sebagai penggiat literasi di Kota Tegal, sebagai ASN yang menginspirasi, masuk ke 20 besar penghargaan dari Pemerintah Pusat. Hal tersebut merupakan bukti bahwa Pemerintah Kota Tegal memang pantas untuk mensejajarkan atau menyebutkan dirinya sebagai Kota Literasi.
Pegiat Literasi Kota Tegal Dr. Yusqon mengatakan peresmian Rintisan Sekolah Literasi ini termasuk dari hasil implementasi program Gerakan Tegal Membaca Kota Tegal. Setelah gerakan Tegal Membaca, kemudian langkah-langkahnya itu pendidikan formal dan non formal.













