“Ini tidak terlepas peran dan upaya dari seluruh bupati/walikota terkait dengan kesiapan kabupaten/kota se-Jatim memberikan pelayanan kepada pasien HIV-AIDS. Selain dalam upaya percepatan penemuaannya, tetapi juga pada jaga mutu layanan dan kesinambungan pengendalian HIV-AIDS di Jatim,” ujarnya saat menerima Penghargaan Kepala Daerah Peduli Pencegahan dan Pengendalian HIV (P2HIV) dari Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, kamis (01/12).
Berdasarkan data, jumlah orang terinfeksi HIV yang berhasil ditemukan di Jatim hingga periode pelaporan Bulan September 2016 secara kumulatif sebanyak 36.881 orang.












