“Pemerataan kue-kue pembangunan di Kota Surabaya, menjadi wujud kongkrit nilai-nilai Pancasila, terutama keadilan sosial,” kata Adi Sutarwijono.
Ditambahkan, DPRD Kota Surabaya bersama Wali Kota Tri Rismaharini sangat getol turun ke rakyat. Ini untuk memastikan bahwa praktik-praktik kebijakan pemerintahan di lapangan telah menyentuh langsung pada rakyat.
“Terutama kaum papa dan yang tidak berdaya,” kata Adi.
Adi mengatakan, sudah menjadi suratan takdir Surabaya tumbuh sebagai kota urban. Semua lapisan masyarakat, dari berbagai daerah, golongan dan berbagai agama, singgah dan tinggal di Kota Pahlawan ini.
“Di Kota Surabaya, semua bisa hidup berdampingan, menerapkan gotong-royong, seperti diajarkan Bung Karno,” kata Adi.
Selesai berdialog di Gedung DPRD Surabaya, rombongan mengunjungi rumah kelahiran Bung Karno di Jalan Pandean Gang 4 No. 40, kawasan Peneleh.
Juga melihat rumah peninggalan HOS Tjokroaminoto, tempat Bung Karno muda indekos bersama tokoh-tokoh pergerakan lain.
“Tidak lengkap rasanya jika kita tidak singgah ke rumah kelahiran Bung Karno, penggali Pancasila sekaligus Bapak Pendiri Bangsa,” kata Eko Suwanto.












