“Disamping kinerja akuntabilitas kinerja dan keuangan yang cukup membanggakan, Pemprov Jatim juga telah melakukan efisiensi kelembagaan 10 hingga 15% dibanding Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelumnya. Dalam melakukan analisis jabatan dan analisis beban kerja kami juga telah membuat aplikasi e-anjab.jatimprov.go.id,” terangnya.
Ia menambahkan, upaya yang dilakukan Pemprov Jatim dalam meningkatkan pelayanan publik diantaranya dengan melakukan gelar pameran pelayanan publik setiap tahun dan lomba inovasi pelayanan publik. Gubernur juga menerbitkan surat kepada semua SKPD untuk membuat inovasi atau biasa dikenal One Agency One Innovation. Selain itu masyarakat juga bisa melakukan pengaduan melalui Biro Organisasi bekerjasama dengan Ombudsman. “Inovasi kita upayakan sebagai suatu gerakan pembudayaan,” imbuhnya.
Pemprov Jatim juga menerapkan Quick Wins pada pelayanan yang langsung berhubungan dengan masyarakat seperti Pelayanan Perijinan Terpadu (P2T), ATM Samsat, Pelayanan Pengadaan Barang Jasa (P2BJ), Bursa Kerja (Ayo Kerja) oleh Disnakertransduk, Koperasi Wanita, serta Koperasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Berkat inovasinya Pemprov Jatim juga mendapat penghargaan top 35 Inovasi Pelayanan Publik. “Dari semua penghargaan inovasi yang diperoleh Pemprov Jatim tidak terlepas dari kebijakan yang telah dibuat Gubernur Jatim, dukungan bupati dan walikota, penggunaan Teknologi Informasi (TI) serta peran serta masyarakat,” pungkasnya.












