“Karena itu semua komponen dan elemen masyarakat di Jatim harus bisa menyatu atau bersinergi. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo tentang bagaimana suatu proyek harus bisa memiliki dampak langsung ke masyarakat,” beber perempuan yang juga Ketum PP Muslimat NU.
Kedepannya setelah Roadshow Kementrian ini selesai, Gubernur beserta jajarannya akan langsung turun ke lima Bakorwil di Jatim untuk kemudian dilanjutkan pertemuan dengan para investor.
Demi mendukung sistem kerja yang dituntut paralel tersebut, orang nomor satu di Jatim menuturkan bahwa disinilah peran PPMO sangat diperlukan. Pemprov Jatim telah menyiapkan posko PPMO di Bappeda dan diharapkan bisa membantu kelancaran ke-218 proyek sesuai lampiran Perpres No.80/2019.
Dengan jumlah penduduk mencapai 15% dari total penduduk Indonesia, Gubernur Khofifah menyatakan keoptimisannya bahwa melalui percepatan pembangunan di Jatim akan memberi dampak positif bagi peningkatan perekonomian nasional.
Senada dengan Gubernur Khofifah, Menteri Bappenas RI Suhars Manoarfa juga menyampaikan konfirmasi perihal masukknya 218 proyek ke dalam RPJMN. Ke-218. “Dari 218 semuanya sudah masuk ke dalam RPJMN, namun tetap perlu sinkronisasi lanjutan tentang detail proyek sehingga nantinya bisa dibawa kepada Rapat Terbatas (Ratas),” jelas Suharso.












