Buktinya, kata Ubaidillah, sampai saat ini masyarakat tak ada yang menyerang TNI dalam berbagai kesempatan baik secara langsung ataupun melalui medsos. “ Yang menjadi sasaran masyarakat biasanya kepolisian bukan TNI,”ujar Ubaidillah mantan staf ahli menaker ini.
Komisi A DPRD Jatim, kata Ubaidillah, tak hanya itu, pihaknya juga mendorong agar pemerintah propinsi hingga kabupaten/kota untuk menyediakan anggaran khusus pelatihan bela negara ditingkat terbawah yaitu di desa-desa. “ Nantinya pelaksana bela negara ini akan mengerahkan babinsa setempat. Ini harus ada anggarannya dan oleh sebab itu kami mendorong agar terealisasi,”pungkasnya. (caa)












