Oleh karena itu, lanjut Khusnul dewan masih mempertimbangkan besaran anggaran sekarang ini.
“Untuk itu kita masih melihat dulu apakah anggaran ini cukup, sambil kita menunggu kepastian data dari dinas sosial” urainya.
Khusnul juga meminta kepada dinas sosial kota Surabaya agar melakukan up date data. Pasalnya, menurut dinas sosial ada data pasif sebanyak 662 ribu jiwa.
“Kita minta dipetakan berdasarkan wilayah. Kemudian warga yang benar-benar membutuhkan intervensi permakanan. Karena tidak semua masyarakat berpenghasilan rendah di Surabaya membutuhkan intervensi permakanan, tapi butuh intevensi lain dari pemkot misalnya rumah layak huni” pungkasnya.(hdi/cn02)












