“Asumsi dasarnya adalah bahwa ketiga konsep tersebut saling terkait. Negara cenderung akan kurang rapuh jika mereka memiliki lebih banyak kebebasan dan inklusif. Dan sebaliknya, negara cenderung lebih rapuh jika mereka memiliki lebih sedikit kebebasan dan inklusif,” ucapnya.
Retno mengatakan, dalam dua tahun ini banyak kejadian karena ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan di suatu negara. Ia menyebut hal itu disebabkan negara-negara tersebut memiliki tingkat kebebasan dan inklusif yang rendah.
“Oleh karena itu, keberhasilan demokrasi sangat terkait dengan tingkat inklusif, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam proses demokrasi. Setiap orang dapat memperoleh manfaat dari buah demokrasi,” tuturnya.
Retno kemudian memberikan pandangannya tentang cara menjaga demokrasi yang lebih inklusif. Menurutnya, pemerintah harus menjaga kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi.












