Tentu ini merupakan suatu kegiatan yang tidak hanya sesaat tapi terus menerus. Kepolisian, TNI, DPRD, Parpol, Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat bersama-sama memberikan pencerahan kepada masyarakat, dimana masyarakat masih paguyuban yang betul-betul masih melihat sosok pemimpin. Hal ini sangat bagus.
“Saya mengajak, ayo kita sama-sama menjaga kesejukan ini. Keamanan jangan hanya diserahkan pada apara keamanan, tapi membangun dan memelihara keamanan merupakan tugas bersama seluruh masyarakat. Tidak hanya diserahkan kepada polisi atau TNI saja. Tetapi ke tiga pilar plus, berarti tokoh agama dan tokoh masyarakat, partai politik, DPRD, juga Pemerintah Daerah, TNI dan Polisi yang merupakan tiga pilar utama dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban,” harapnya.
Sementara Kapolda Jatim Anton menjelaskan, faktor pencetus konflik semakin kompleks, diperlukan dukungan multi stakeholders dengan berorientasi pada pencegahan dan antisipasi yang aktif, 3 pilar plus sebagai ujung tombaknya. Sinergi 3 pilar plus adalah kata kunci bagi keberhasilan mewujudkan kamtibmas yang kondusif
Seluruh Jatim dikumpulkan untuk antisipasi akhir tahun supaya jangan sampai lengah. Termasuk di lapas, selama ini akhir tahun banyak kunjungan maka akan dibantu pengamanannya oleh Polda.
Sementara itu, Pangdam V/ Brawijaya I Made Sukadana mengatakan, konflik biasanya munculnya dari unit paling kecil yaitu di desa/ kelurahan, maka jika ada konflik yang paling tahu sejak awal sebenarnya Kepala Desa, Babinsa dan dan Kamtibmas. Melalui rapat 3 pilar plus ini diharapkan, kalau ada konflik kecil seharusnya diselesaikan segera, tiga pilar plus ini yang harus bergerak cepat, jangan sampai meluas. Karena konflik sangat berbahaya, kalau sampai meluas maka sulit dihentikan.












