Di sisi lain, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengaku geram dengan masih adanya aksi tawuran pelajar di Kabupaten Cianjur.
“Tawuran pelajar jelas merugikan, sebab berpotensi terjadinya korban. Bukan hanya luka, tapi bisa saja sampai meninggal dunia. Saya menyayangkan tawuran masih saja terjadi,” kata dia.
Ia berencana untuk mendatangi kedua sekolah yang siswanya sering terlibat tawuran. Selain melakukan pembinaan ia juga akan mengingatkan pihak sekolah untuk lebih mengawasi para siswanya.
“Meski SMA/SMK ini sudah jadi kewenangan provinsi, tetap mereka harus menjadi perhatian Pemkab Cianjur. Makanya saya juga akan datangi sekolahnya untuk memberikan sosialisasi dan imbauan. Semoga tidak ada lagi tawuran pelajar di Cianjur,” kata dia.(dtc/ziz)



