Siswa SMK AMS ini mengaku melihat pelajar dari sekolah lawan membawa berbagai senjata tajam mulai dari samurai, golok, gir modifikasi hingga celurit. Kejadian itu berlangsung cukup singkat dan baru berhenti setelah satu dari mereka terkena luka bacok. Saat itu juga korban langsung di bawa ke puskesmas Cibeber.
“Kebetulan teman saya itu berada paling depan, karena mulai gelap tidak melihat ada pelajar dari sekolah lain yang mengayunkan senjata. Sehingga mengenai perutnya. Setelah ada korban, mereka langsung kabur. Sedangkan saya dan beberapa orang teman lainnya membawa teman saya itu ke puskesmas,” lanjut dia
Sementara itu, Penanggungjawab IGD Puskesmas Cibeber, Wahyudin, mengungkapakan, korban dibawa ke Puskesmas sekitar pukul 18.30, oleh beberapa orang.
“Saat datang, kondisi korban sudah terliuka parah bagian perut mengalami luka bacok sepanjang 10 sentimeter. Lukanya juga cukup dalam, sekitar 4 centimeter,” kata dia saat ditemui di RSUD Cianjur.



