Surabaya, cakrawalanews.co – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menegaskan, bahwa Jatim siap menjadi operator minyak dan gas (Migas) dari blok Tuban.
Kesiapan tersebut terlihat pada saat Gubernur melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Pemprov Jatim dengan Pemkab Bojonegoro, Tuban, Gresik dan Lamongan. MoU tersebut terkait rencana pengelolaan minyak dan gas bumi Blok Tuban di Gedung Negara Grahadi, Rabu (2/11).
Ia mengatakan, kesiapan dan keseriusan Jatim untuk menjadi operator akan disampaikan langsung kepada Menteri ESDM dan SKK Migas di Jakarta. “Langkah selanjutnya kami akan datang kepada Menteri ESDM untuk menyatakan bahwa Jatim siap menjadi operator. Kita akan mengupayakan untuk dapat mengelola Blok Tuban ini sebagai operator dikarenakan Kontrak Kerja Sama (KKS) Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB-PPEJ) akan berakhir pada 28 Februari 2018,” ungkapnya.
Nota kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama antara lima BUMD yang akan berperan dalam menyusun kajian keekonomian Blok Tuban yang dilakukan oleh konsultan independen. Hasil dari kajian keekonomian tersebut akan menjadi dasar pembagian hak dan kewajiban masing-masing daerah dalam pengelolaan Blok Tuban ini.
Provinsi Jatim merupakan penghasil minyak dan gas bumi terbesar ketiga di Indonesia setelah Riau dan Kalimantan Timur. Di Jatim terdapat 39 kontraktor Kerja Sama (KKKS) yang melakukan kegiatan eksplorasi, pengembangan, maupun produksi baik di darat (onshore) maupun di laut (offshore).












