“Kalau sebesar itu, menurut kami itu hanya uang makan. Terus uang lemburnya mana,” ujar Tarmiji.
Menurut Tarmiji, aksi ini dilakukan lantaran tidak adanya titik temu dengan perusahaan, dimana sebenarnya para buruh sudah berulang kali menggelar mediasi dengan pihak perusahaan yang berlokasi di Rungkut Industri ini. Sayangnya, perusahaan tidak pernah bersedia menuruti permintaan buruh untuk membayar uang lembur.
Tak hanya itu, ada sebanyak 100 lebih buruh yang tidak diperbolehkan masuk kerja. Sampai saat ini nasib mereka digantung oleh perusahaan. “Jika mereka sudah di PHK, berikan THR-nya,” pintanya.











