Agus mengutarakan, penetapan gambar pahlawan nasional dalam mata uang dilakukan melalui koordinasi antara BI dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Sekretaris Kabinet, serta Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu, penetapan itu pun dilakukan melalui persetujuan penggunaan gambar dari ahli waris pahlawan nasional tersebut.
Penetapan Frans Kaisiepo, katanya, sudah melalui seluruh proses tersebut. Pahlawan kelahiran Biak, Papua 10 Oktober 1912 itu akan segera menghiasi bagian depan uang kertas Rp10 ribu.
Selain Frans Kaisepo, BI pun akan mencetak uang pecahan bergambar 11 pahlawan lainnya, yakni Ir Soekarno dan Drs Mohammad Hatta, Ir H Djuanda Kartawidjaja, Dr GSSJ Ratulangi, Dr KH Idham Chalid, Mohammad Hoesni Thamrin, Tjut Meutiah, Mr I Gusti Ketut Pudja, Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang, Dr Tjipto Mangunkusumo, dan Prof Dr Ir Herman Johanes.
“Penerbitan uang baru itu akan dilakukan setelah seluruh persiapan matang dan mendapat keputusan dari Dewan Gubernur BI,” tuturnya.












