Selain itu, Jokowi juga akan menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada satu tokoh perempuan dalam jurnalisme dan pendidikan. Kemudian dua tokoh lainnya yakni sultan dari salah satu provinsi dan tokoh dokter yang berjasa di dunia pendidikan.
“Satu tokoh perempuan journalism dan pendidikan, satu sultan dari provinsi yang belum ada pahlawan, sebagai satu-satunya penentang Belanda di kesultanan daerahnya yang karena politik adu domba oleh Belanda selalu berpihak ke Belanda kecuali dia, sehingga dipaksa turun tahta, tapi kemudian berhasil kembali jadi sultan. Satu lagi tokoh dokter yang sangat berjasa di dunia pendidikan,” tuturnya.
Jimly enggan menyebut siapa saja nama-nama tokoh tersebut. Dia hanya menjelaskan bahwa keenam tokoh itu merupakan hasil seleksi dari 20 nama yang disodorkan.












