Sesuai rencana kegiatan, penyaluran air bersih masih akan dilakukan hingga akhir November. Hal itu sesuai perkiraan bahwa hujan akan berdampak pada sediaan air bawah tanah.
“Kami akan memantau prakiraan cuaca dari BMKG serta melihat kondisi riil di lapangan seperti apa. Kalau memang air di kampung sudah ada maka pengiriman akan kami hentikan,” katanya.
Dijelasksn, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga itu BPBD Trenggalek memanfaatkan anggaran biaya tidak terduga (BTT) dari APBD 2019 senilai Rp1,2 miliar. (wan/an)



