Selain frekuensi hujan yang masih sangat jarang, resapan air bawah tanah saat ini belum banyak berubah.
Sumur-sumur dan sumber air warga masih kering kerontang, terutama di desa-desa terdampak kekeringan yang tersebar merata di 14 kecamatan setempat.
“Pengiriman ini akan kami lakukan hingga air di perkampungan kembali pulih, karena faktanya meskipun sudah turun hujan, warga masih mengalami krisis air,” kata Tri.



