Jalur pendakian di gunung tertinggi di Pulau Jawa itu ditutup total sejak September 2019 akibat kebakaran hutan dan lahan.
Menurut data Balai Besar TNBTS, kebakaran hutan dan lahan meliputi area seluas kurang lebih 131 hektare di gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu. (an/wan)












