Ia menyebutkan, di Situbondo terdapat tujuh unit mobil pemadam kebakaran (Damkar), satu unit siaga di wilayah barat (Kecamatan Besuki), satu unit di wilayah timur (Kecamatan Asembagus) dan lima unit Damkar siaga di wilayah kota.
Menurut Gatot, ratusan hektare kebakaran hutan dan lahan pada tahun tersebar di 30 titik, di antaranya wilayah hutan Desa Selowogo (Kecamatan Kendit), titik tinjau Pusat Latihan Tempur Marinir (Kecamatan Banyuputih), wilayah hutan di Desa Silobanteng (Kecamatan Banyuglugur), wilayah hutan Desa Kayumas (Kecamatan Arjasa) dan di Gunung Alas Tengah kawasan perhutani, Desa Alas Tengah (Kecamatan Sumbermalang).
“Khusus di wilayah tersebut saat terjadi kebakaran, medannya sangat sulit dan terjal, sehingga api sulit dipadamkan karena tidak terjangkau petugas, terlebih ketika disertai angin kencang,” ucapnya.












