Cakrawala Jatim

Dinkes Tulungagung Antisipasi Lonjakan Kasus DBD di peralihan Musim

×

Dinkes Tulungagung Antisipasi Lonjakan Kasus DBD di peralihan Musim

Sebarkan artikel ini

“Perubahan cuaca sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk aides aigepty ini. Apalagi lokasi tempat penampungan air yang tidak diperhatikan, bisa jadi sarang. Misalnya saja, di pot bunga, air penampung dibalik kulkas dan lainnya,” katanya.

Jika dilihat, dari data yang tercatat di Dinkes Tulungagung, untuk tahun 2019 dari bulan Januari hingga Oktober sudah tercatat 886 kasus
Diperkirakan, jumlah tersebut bertambah jika tidak diimbangi kewaspadaan dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M-Plus.
Didik menyebut pada 2019 ini merupakan puncak siklus lima tahunan, dimana jumlah kasusnya meningkat tajam jika dibandingkan dua tahun sebelumnya, yakni pada 2017 yang tercatat sebanyak 128 kasus dan 2018 sebanyak 575 kasus.
“Siklus DBD di Tulungagung bisa empat atau lima tahun. Nah jika dilihat, tahun 2015 tercatat 919 kasus dan tahun 2016 tercatat 1019 kasus,” paparnya.
Oleh karenanya, Didik mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran diri untuk lebih menjaga kesehatannya dari ancaman DBD dengan melakukan PSN dan 3M Plus.
Terutama di wilayah endemi DBD yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tulungagung, Kedungwaru, Boyolangu dan Ngantru
Empat wilayah ini menjadi daerah yang terdapat kasus DBD tertinggi, mengingat keempat kecamatan tersebut merupakan daerah padat penduduk.
“Untuk sementara ini dari 886 kasus, tercatat 14 kematian,” katanya. (wan/an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *