Cakrawala NasionalCakrawala PolitikIndeks

PDIP: PAN, PKS, dan Demokrat Oposisi

×

PDIP: PAN, PKS, dan Demokrat Oposisi

Sebarkan artikel ini

“Berembusnya demokrasi liberal dengan nilai-nilai individualisme sedikit mengoyak anyaman sosial masyarakat kita. Dalam Demokrasi Barat, narasi yang dikembangkan dalam kontestasi adalah kontrastasi, mengutamakan perbedaan, melihat kelemahan pihak lawan sebagai peluang dominasi atau hegemoni. Repotnya, kita terseret dengan demokrasi gaya adversarial sarat rivalitas ini, demokrasi gaya ‘cowboy’ ini. Mari kita kembangkan demokrasi musyawarah untuk mufakat,” imbuh dia

Di sisi lain, Pengamat politik dari Universitas Diponegoro Semarang, Teguh Yuwono menyatakan kekhawatiran tentang tidak adanya kelompok penyeimbang jika oposisi bergabung dengan pemerintah. Dia khawatir akankah pemerintahan tetap berjalan dengan pengawasan atau menjadi pemerintahan dengan kekuatan tunggal.

“Positifnya kalau gabung, ketegangan politik turun, program pemerintah cepat jalan tanpa direcoki dengan yang belum menerima kekalahan. Ya negatifnya tidak ada lagi kekuatan penyeimbang pemerintah. Seperti kekuatan tunggal,” kata Teguh.

Sisi buruk lainnya, lanjut Teguh, jika ada oknum jahat akan melancarkan korupsi, makin mudah. Maka harus diperkuat langkah-langkah antisipasi korupsi di pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *