Berita UtamaCakrawala SurabayaIndeks

Wali Kota Risma Paparkan Berbagai Indikator KLA yang Diterapkan Di Surabaya Di Forum UNICEF

×

Wali Kota Risma Paparkan Berbagai Indikator KLA yang Diterapkan Di Surabaya Di Forum UNICEF

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menjadi pembicara di forum Unicef
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menjadi pembicara di forum Unicef

Sedangkan untuk memastikan nutrisi yang sehat, Pemkot Surabaya memiliki program pemberian makanan tambahan bagi balita, siswa pra sekolah, dan anak yatim atau piatu. Semua itu dilakukan setiap hari. “Agar gizi dan asupan mereka semua terjamin,” imbuhnya.

Bahkan, di Surabaya juga ada gerakan 1000 hari pertama kehidupan. Program ini berlaku khusus bagi pasangan mulai dari pra-nikah, masa kehamilan, sampai anak mereka berusia 2 tahun. “Karena ASI sangat dianjurkan. Makanya kami memastikan kesehatan ibu dan janin dengan nutrisi tambahan. Lalu peningkatan pencapaian jumlah menyusui eksklusif pun sudah terlihat,” papar Wali Kota Risma.

Di samping itu pula, anak-anak di Surabaya juga dilibatkan dalam menjaga lingkungan. Siswa secara aktif terlibat melalui programnya bernama eco-school dan urban farming. “Mereka diajak berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, ikut menjaga lingkungan dan juga melakukan mereka penanaman pohon,” tegas dia.

Sementara indikator berikutnya yang tak kalah penting adalah menjamin hak dan perlindungan anak. Dalam hal ini, Pemkot Surabaya terus berupaya melindungi anak dan juga warga Kota Surabaya secara keseluruhan. Makanya, lahirlah layanan Command Center 112, pemasangan CCTV lebih dari 1.200 unit, Family Learning Center, dan Petugas linmas yang tersebar di berbagai titik di Kota Surabaya. “Kemudian pemantauan rutin kios internet (warnet) untuk melindungi anak-anak dari konten daring yang berbahaya,” imbuhnya.

Saat itu, ia juga mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama mendukung penuh anak-anak. Bagi dia, semua anak punya kesempatan menjadi orang yang lebih baik lagi. Wali Kota Risma pun membagikan berbagai cerita anak-anak Surabaya yang awalnya terjerumus ke hal-hal negative hingga akhirnya bisa ditolong dan didampingi oleh pemkot lalu berhasil. “Kita harus yakin bahwa mereka dapat berubah menjadi orang yang lebih baik,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *