Apa yang dilakuan Banyuwangi ini mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri. Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, Kemendagri, Bahri menyempatkan datang ke Banyuwangi dan melihat langsung pelaksanaan digitasi tersebut.
“Ini inovasi yang luar biasa. Biasanya, proses pencairan dana itu panjang dan butuh banyak dokumen. Namun, dengan sistem yang dikembangkan Banyuwangi ini sangat membantu untuk penghematan anggaran. Problem tumpukan berkas bisa terjawab dengan sistem ini. Pencarian dokumen juga bisa dilakukan dengan cepat. Banyuwangi memang tidak pernah berhenti inovasi,” ujar Bahri.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi, Samsudin menambahkan peralihan dari sistem manual menuju paperless ini akan membuat penatausahaan keuangan semakin efektif dan efisien.
“Selain prosesnya yang dapat menyingkat waktu, dari sisi anggaran sistem ini dapat menghemat biaya belanja cetak dan penggandaan dokumen. Begitu halnya dengan ruang penyimpanan dokumen dan arsip yang tentunya secara bertahap juga tidak diperlukan lagi,” katanya. (an/wan)












